Arsip untuk Juni, 2011

MULTI LEVEL MAHABBAH (MLM)

قل إن كنتم تحبّون الله فاتّبعونى يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رّحيم
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. 3, Ali Imran : 31)

Dalam ayat tersebut terdapat statemen yang merupakan bagian dari pesan moral Allah, yaitu bahwa bagi setiap pecinta mestilah mampu mencintai dan patuh terhadap orang-orang yang dicintai oleh si tercintanya.
Siapa pun yang mencintai Allah, mestilah mencintai Rasul yang menjadi kekasihnya. Maka siapa pun yang mencintai Rasul SAW. mestilah mencintai orang-orang yang dicintainya, yaitu para pewarisnya, al-‘Ulama (baca: al-waliyyu). Dan kenyataan bahwa di dalam Cinta terdapat hukum kepatuhan atau kesetiaan dari pecinta kepada tercinta, maka siapa pun yang mencintai Allah pastilah taat dan patuh kepada Rasul-Nya, dan siapa pun yang taat dan patuh kepada Rasul tentulah taat dan patuh kepada para pewarisnya. Demikianlah seterusnya ke bawah sehingga terbentuklah suatu sistem “Multi Level Mahabbah (MLM)” dimana downline terendah mencintai upline-nya dan seterusnya hingga sampai pada Top-line, yaitu Rasululloh Saw. yang menjadi telaga kasih sayang Allah Swt. Itulah garis silsilah yang menghubungkan si hamba dengan Tuhannya. Demikianlah ketentuan Allah yang tidak bisa dipisahkan salah satu dari yang lainnya : mencintai yang satu tidak pada yang lainnya.
Siapa pun yang menjadi member dari “MLM” ini adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan (ummatan wãhidatan). Korelasi (silsilah) dan interaksi (mu’amalah) mereka bertelekan cahaya dalam ruangan bercahaya dari istana cahaya pada Negeri berpendar Cahaya. Karena ikatan cintanya, mereka tidak akan terpisahkan sebagaimana pasangan kekasih yang tenggelam dalam samudera cinta di lautan asmara. Kapan pun dan dimana pun, hati mereka akan terpaut oleh benang-benang cinta yang disulam oleh indahnya kemesraan dzikir dan pikir. Rasulullah Saw. bersabda:
المرء مع من احـبّه
“Seseorang (akan selalu terpaut hatinya dan berkumpul) bersama orang tercintanya”
Seorang Ulama Sufi menegaskan:
وما للمحبّ سوى إرادة حبّه إنّ المحبّ بكلّ

Siapa pun yang cintanya terus terpupuk akan melahirkan kerinduan yang intens kepada kekasihnya (Syawq), kerinduan mana yang akan selalu mendorong diri untuk melihat dan dekat dengan kekasih dan untuk bersatu dengannya (al-Jam’). Maka setiap nafas adalah gerak kerinduannya yang di dalamnya mengandung citarasa kenikmatan yang sulit untuk memilih kata dan mutiara sastra untuk mewakilinya.
Demikianlah korelasi dan interaksi mahabbah berjalan berkesinambungan (istiqomah mudãwamah) sehingga turunlah kewenangan Allah (yuhbibkumulloh) yang merupakan puncak harapan mereka, yaitu cinta dan kasih sayang-Nya (wa maã lil muhibbi siwã irodatu hubbihi) yang kemudian melimpahlah limpahan maghfirah-Nya (wa yaghfir lakum dzunûbakum). Pada akhirnya mereka bermuara di kedalaman rasa syukur yang menyadari akan betapa luas dan agungnya maghfiroh Allah Swt (wallohu ghafûrurrohĩm). Berbahagialah jiwa yang berbalut kasih mesra menuai cinta sejati dalam kemesraan yang abadi bertabur mutiara nikmat di taman sorgawi.

Iklan

Tinggalkan komentar

Istiqomah Mudawamah – Ciptaan Hendry Joeank

Jauh ditempat keramaian

berdiri sebuah Pondok Pesantren

yang di namakan Istiqomah Mudawamah

Tempat kami yang sangat indah

Kita smua kan slalu menjaganya

Karena inilah kami smua

Menjadi santri yang soleh dan solehah

reff..:

Guruku yang begitu mulia

Tlah meningalkan kita smua

Namun harum namanya

Slalu semerbak membrikan hidayahnya

Yaa Alloh

Sampaikanlah do’aku untuk yg mulia

Berikanlah ia sorga

Yang sangat indah

Dan jadikanlah kami murid-muridnya

Yang selalu tekun beribadah…

Tinggalkan komentar